NEWS UPDATE :  

Berita

KOMUNITAS BELAJAR BIJAK BERILMU SMPN 1 JATILAWANG MENGANGKAT TEMA TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DIGITAL:TEKHNIK MENGAJAR INTERAKTIF DENGAN IFP

Jum'at, 06 Februari 2026 SMP Negeri 1 Jatilawang mengadakan kegiatan Komunitas Belajar yang mengangkat tema tentang " Transformasi Pembelajaran Digital : "Tekhnik Mengajar Interaktif Dengan TV IFP" Komunitas Belajar  dilakukan di ruang Perpustakaan SMP Negeri 1 Jatilawang dan diikuti oleh semua guru. Interaktif Flat Panel (IFP) merupakan layar sentuh digital berukuran besar yang menggabungkan fungsi papan tulis, komputer, proyektor, dan monitor dalam satu perangkat, memungkinkan interaksi langsung, kolaborasi real-time, anotasi, presentasi, dan akses ke sumber belajar digital untuk menciptakan pengalaman belajar dan kerja yang lebih dinamis, menarik, serta efisien di lingkungan pendidikan. Alat ini merupakan bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai upaya percepatan digitalisasi dan peningkatan partisipasi murid dalam proses pembelajaran. 

   

Kegiatan diawali dengan beberapa patah kata dan doa dipimpin oleh moderator yaitu Ibu Yami Sustari, S.Pd. yang menjelaskan tentang latar belakang dan rundown kegiatan pelatihan. Selanjutnya acara pembukaan dibuka oleh Ibu Nokirah, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jatilawang. Inti dari kegiatan Komunitas Belajar  yaitu pelatihan Pemanfaatan IFP dalam Pembelajaran yang disampaikan oleh Ibu Sukesih, S.Pd. dan bapak Azka Miftahudin, S.Pd.I. Paparan dimulai dengan pengenalan apa itu IFP, fitur-fitur IFP, Keunggulan IFP, dan Pemanfaatan IFP dalam pembelajaran. Kegiatan berlangsung interaktif antara pemateri dengan audiens. Guru-guru tampak antusias mengikuti paparan karena keunggulan-keunggulan alat sehingga mereka penasaran untuk dapat segera mengoperasikannya. Keunggulan IFP diantaranya dapat berbagi layar tanpa kabel (nirkabel), dapat mengunduh aplikasi pembelajaran, ada papan tulis interaktif, berbagi hotspot, dan pembelajaran real-time berbasis digital.

Usai memberikan paparan materi, pemateri langsung mengajak guru-guru untuk praktik mencoba mengoperasikan alat baru tersebut mulai dari menghidupkan, mengatur kecerahan layar, audio, menyambungkan wifi, pencarian informasi, pemanfaatan papan tulis interaktif, hingga penggunaan media pembelajaran pada IFP. Salah satu guru yang mengikuti simulasi ini adalah Ibu Yuni Setianingsih, S.Pd., seorang guru Matematika. Beliau sangat antusias mencoba-coba fitur dalam IFP mulai menghidupkan, menggunakan mesin pencarian, dan pemanfaatan papan tulis interaktif dan membuat pembelajaran materi Aljabar menggunakan IFP. “Alat ini sangat menarik, saya ingin segera memanfaatkan alat ini di depan anak-anak,” ujar beliau. 

Bapak Azka Miftahudin, S.Pd.I di akhir pelatihan mengajak guru-guru untuk memanfaatkan alat ini untuk menunjang proses pembelajaran. “Bapak/Ibu mari keberadaan alat ini kita syukuri dengan merawat dan memanfaatkannya dalam pembelajaran kita, setidaknya di semester genap nanti,” tegasnya. Pelatihan singkat berdurasi 120 menit tersebut memberikan pengalaman baru bagi guru-guru utamanya transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran.